Materi alba disusun berdasarkan teori Connectionism yang dikembangkan oleh Thorndike. Teori ini menjelaskan bahwa konsep yang akan dipelajari murid harus dikaitkan dengan konsep sebelumnya. Semakin kuat kaitannya, maka akan semakin baik hasil belajarnya. Koneksi ini akan semakin kuat melalui latihan (law of exercise). Penguasaan materi yang lebih mudah akan menuntun penguasaan materi selanjutnya yang lebih sukar.

Berdasarkan pemahaman terhadap teori tersebut, materi alba memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) disusun dari yang sederhana ke yang kompleks secara berjenjang dengan memperhatikan materi sebelumnya; dan (2) mengutamakan latihan melalui pengulangan suku kata.