Karakteristik pendidikan kejuruan akan lebih kontras bila disandingkan dengan pendidikan umum. Setidaknya menurut Prosser dan Quigley (1950:10) terdapat lima karakteristik yang sekaligus menjadi faktor pembeda antara sekolah umum dengan sekolah kejuruan, sebagaimana disarikan pada Tabel 1.1.

Tabel 1.1.
Karakteristik Pendidikan Kejuruan dibandingkan dengan Pendidikan Umum

Faktor Pembeda

Pendidikan Umum

Pendidikan Kejuruan

Tujuan pengendalian Mempersiapkan siswa untuk hidup secara lebih cerdas sebagai warga negara dan memahami serta menikmati hidupnya Mempersiapkan siswa untuk bekerja secara lebih efisien
Materi yang diajarkan Memberikan pelatihan mengenai informasi umum yang diperlukan sebagai latar belakang untuk kehidupan dan pelatihan dalam perangkat-perangkat umum pembelajaran yang diperlukan siswa untuk bekal belajar lebih lanjut mengenai kehidupan Memberikan pelatihan khusus dalam hal keterampilan dan pengetahuan yang berguna untuk setiap pekerjaan tertentu
Kelompok yang dilayani Melayani semua orang selama periode wajib belajar sampai SMA (usia 16-17 tahun), terlepas dari minat dan rencana yang bersifat kejuruan Diberikan bagi mereka yang bersiap-siap untuk jenis pekerjaan tertentu atau telah bekerja di bidang tersebut
Metode pengajaran dan pembelajaran Sangat menekankan pada apa yang dapat disebut metode membaca dan mengingat kembali (reciting). Membaca untuk mendapatkan informasi dan reciting untuk menafsirkan serta menyimpannya di dalam ingatan Menggunakan pengalaman sebagai metode utama. Pengalaman dalam melakukan suatu pekerjaan untuk mengembangkan keterampilan dan dalam memikirkan kinerja dalam suatu pekerjaan, sehingga mendapatkan pemahaman dan inisiatif penuh dalam memecahkan masalah-masalah pekerjaan
Psikologi fundamental Secara umum, muatan dan metode dalam pendidikan umum muncul saat pendidik mengacu pada konsep psikologi umum mengenai kemampuan mental umum yang diyakini dapat berkembang baik dengan menguasai materi-materi tradisional yang disusun dan diajarkan sebagai disiplin ilmu formal Merupakan dasar dari konsep psikologi bahwa benak (mind) merupakan suatu mesin pembentuk kebiasaan yang diajarkan melalui kebiasaan praktik dari tindakan dan pemikiran untuk mencapai tujuan yang diminati oleh pembelajar

Sumber: Prosser dan Quigley (1950:10)

Karakteristik pendidikan kejuruan menurut Djohar (2007:1295-1297) adalah sebagai berikut.

  1. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang memiliki sifat untuk menyiapkan penyediaan tenaga kerja. Oleh karena itu orientasi pendidikannya tertuju pada lulusan yang dapat dipasarkan di pasar kerja.
  2. Justifikasi pendidikan kejuruan adalah adanya kebutuhan nyata tenaga kerja di dunia usaha dan industri.
  3. Pengalaman belajar yang disajikan melalui pendidikan kejuruan mencakup domain afektif, kognitif, dan psikomotorik yang diaplikasikan baik pada situasi kerja yang tersimulasi lewat proses belajar mengajar, maupun situasi kerja yang sebenarnya.
  4. Keberhasilan pendidikan kejuruan diukur dari dua kriteria, yaitu keberhasilan siswa di sekolah (in-school success), dan keberhasilan siswa di luar sekolah (out-of school success). Kriteria pertama meliputi keberhasilan siswa dalam memenuhi persyaratan kurikuler, sedangkan kriteria kedua diindikasikan oleh keberhasilan atau penampilan lulusan setelah berada di dunia kerja yang sebenarnya.
  5. Pendidikan kejuruan memiliki kepekaan/daya suai (responsiveness) terhadap perkembangan dunia kerja. Oleh karena itu pendidikan kejuruan harus bersifat responsif dan proaktif terhadap perkembangan ilmu dan teknologi, dengan menekankan kepada upaya adaptabilitas dan fleksibilitas untuk menghadapi prospek karir anak didik dalam jangka panjang.
  6. Bengkel kerja dan laboratorium merupakan kelengkapan utama dalam pendidikan kejuruan, untuk dapat mewujudkan situasi belajar yang dapat mencerminkan situasi dunia kerja secara realistis dan edukatif.
  7. Hubungan kerjasama antara lembaga pendidikan kejuruan dengan dunia usaha dan industri merupakan suatu keharusan, seiring dengan tingginya tuntutan relevansi program pendidikan kejuruan dengan tuntutan dunia usaha dan industri.
Karakteristik Pendidikan Kejuruan